STRATEGI PENDETEKSIAN DAN PENCEGAHAN FRAUD PADA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

Miryam Pingkan Lonto

Abstract


Korupsi yang merupakan salah satu bentuk tindakan fraud paling banyak dilakoni oleh pejabat tinggi negara. Mereka yang memiliki kekuasaan cenderung menyalahgunakan kekuasaan dan jabatan yang dimilikinya untuk kepentingan diri pribadi. Oleh karena itu, sulit untuk mencegah terjadinya tindakan fraud. Artikel ini membahas mengenai strategi pendeteksian dan pencegahan fraud pada pemerintah pusat dan daerah. Negara dalam hal ini aparatur yang berwenang harus menerapkan  solusi yang tepat untuk mencegah atau paling tidak meminimalisirnya. Upaya untuk mengurangi fraud dibagi dalam tiga fase yaitu: Pertama fase pencegahan, Upaya yang dilakukan adalah melalui struktur corporate governance, tone at the top, penentuan tujuan yang realistis dan kebijakan serta prosedur yang dapat mencegah tindakan penyimpangan. Fase kedua pendeteksian tindakan fraud, dapat dilakukan dengan cara pengamatan (surveillance), anonymous tips, audit mendadak, melakukan tuntutan hukum, penegakan etika dan kebijakan atas tindakan fraud. Fase ketiga investigasi, yaitu 1) the evidence square approach dan 2) the fraud triangle plus inquiry approach. Selain itu, Upaya untuk mengurangi fraud tidak lepas dari peran Auditor internal yang tidak hanya menjadi watch dog tapi juga sebagai konsultan.

 

Keywords: Korupsi, Auditor Internal, Strategi Pendeteksian dan Pencegahan Fraud


References


AAIPI. 2013. Standar Audit Intern Pemerintah Indonesia. Asosiasi Audit Internal Pemerintah Indonesia (AAIPI).

Ahmad, Halimah Nasibah, Radiah Othman, Rohana Othman, & Kamaruzaman Jusoff. 2009. The Effectiveness of Internal Audit in Malaysian Sutaryo. Determinan Efektivitas Public Sector. Journal of Modern Accounting and Auditing, 5(9), 53-62.

Al-Shbail, Awn Metlib, dan Turki A. A., Turki. 2017. A Theoritical Discussion of Internal Audit Effectiveness in Kuwaiti Industrial SMEs. Internanational Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management Sciences, 7(1), 107-116.

Albrecht, W.S., Albrecht, C.C., Albrecht, C.O., Zimbelman, M.F., 2012. Fraud Examination (4th Ed.). Mason:Thomson South-Western Publishing.

Albrecht, W. S. 2003. Fraud Examination. South western: Thomson.

Arens, Alvin A. Randal J. Elder, Mark S. Beasley. 2006. Auditing and Assurance Service An Integrated Approach. Pearson International Editon. New Jersey : Prentice Hall International.

Bierstaker, J.L., Brody, R.D., Pacini, C., 2006. Accountants’ perceptions regarding fraud detection and prevention methods. Managerial Auditing Journal, 21(5), 520-535.

Cohen, Aaron, & Gabriel Sayag. 2010. The Effectiveness of Internal Auditing: An Empirical Examination of its Determinants in Israeli Organisations. Australian Accounting Review, 20(54), 296-307.

Dana R Hermanson., et al. 2008. Building an Effective Internal Audit Function: Learning from SOX Section 404. Review of Business. Winter Vol.2;pg.28.

Darori. 2017. Peran Auditor Internal Pemerintah Dalam Pencegahan Dan Pendeteksian Fraud (Sebuah Studi Fenomenologi). Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP) Vol. 3 No. 2, pp 71-79. FIA Universitas Brawijawa.

Dewi, R. & Apandi, N.N., 2012. Gejala Fraud Dan Peran Auditor Internal Dalam Pendeteksian Fraud Di Lingkungan Perguruan Tinggi. SNA XV Banjarmasin, pp.1–28.

D’Onza, Giuseppe, George M. Selim, Rob Melville, & Marco Allegrini. 2015. A Study on Internal Auditor Perceptions of the Function Ability to Add Value. International Journal of Auditing, 19(3), 182-194.

Eiya, O., Otalor, J.I., 2013. Forensic accounting as a tool for fighting financial crime in Nigeria.Research Journal of Finance and Accounting, 2013, 4(6), 1-8.

Ferry, et al. 2017. Watchdogs, helpers or protectors? –Internal auditing in Malaysian Local Government. Accounting Forum: Elsevier.

Goodwin, Jenny, & Teck Yeow Yeo. 2001. Two Factors Affecting Internal Audit Independence and Objectivity: Evidence from Singapore. International Journal of Auditing, 5(2), 107- 125

Haron,R., Mohamed, N., Jomitin, B., Omar, N., 2014. Forensic accounting and its prospect in Malaysian public sector.4th International Conference on Management. Retrieved on 20 December 2014 from

(http://www.internationalconference.com.my/proceeding/icm2014_proceeding/ 4thICM2014/020_116_4thICM2014_Proceeding_p229.pdf)

Hillison, W., Pacini, C. & Sinason, D., 1999. The Internal Auditor As Fraud-Buster. Managerial Auditing Journal, 14(7), pp.351–363.

Irianto, G., 2015. Spirit Profetik, Akuntan, dan Pencegahan Fraud. Pidato Pengukuhan. Jabatan Guru besar dalam bidang Akuntansi Sektor Publik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang.

Mihret, Dessalegn Getie, & Aderajew Wondim Yismaw. 2007. Internal Audit Effectiveness: An Ethiopian Public Sector Case Study. Managerial Auditing Journal, 22(5), 470-484.

Nicolescu C., Spălarea banilor – mai multe repere într-o lume atipică [Money Laundering – Some Remarks in an Atypical World], Ed. 2007. Universităţii Lucian Blaga, Sibiu.

Oatman et. al. 2015. Fraud Detection and Prevention Methods in the Malaysian Public Sector: Accountans and Internal Auditors Perceptions. Procedia E.

Petraşcu, D. & Tieanu, A. 2014. The Role of Internal Audit in Fraud Prevention and Detection. Procedia Economics and Finance, 16(May), pp.489–497.

Rezaee. 2002. Fraudulent Financial Report.

Salsabila, Ainia & Hepi Prayudiawan. 2011. Pengaruh Akuntabilitas, Pengetahuan Audit dan Gender Terhadap Kualitas Hasil Kerja Auditor Internal (Studi Empiris Pada Inspektorat Wilayah Provinsi DKI Jakarta). Jurnal Telaah dan Riset Akuntansi, 4(2), 155-175

Singleton & Singleton. 2010. Fraud Auditing and Forensic Accounting.Fourth Edition Wiley Corporate F&A

Tuanakotta, T.M. 2006. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif Edisi 2., Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Perry, L.M. & Bryan, B.J. 1997. Heightened Responsibilities of the Internal Auditor in the Detection of Fraud. Managerial Finance, 23(12), pp.38–43.

http://www.kpk.go.idm (diakses tanggal 21 April 2018)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.