IMPLEMENTASI ACTIVITY BASED COSTING DALAM MENENTUKAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) SAWANG KABUPATEN SITARO

Marharice Mitusala

Abstract


Masalah dalam penelitian ini berkatian dengan Penentuan Tarif Jasa Rawat Inap Pada Rumah Sakait Umum Daerah dengan menggunakan  Activity Based Costing.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi Activity Based Costing dalam menentukan Tari f Jasa Rawat Inap pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawang Kabupaten Sitaro.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif komparatif yang menunjukkan dan membandingkan metode penentuan besarnya tarif jasa rawat inap yang diterapkan rumah sakit selama ini dengan metode activity based costing.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Activity Based Costing (ABC

Berdasarkan perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa hasil perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan activity based costing Kelas III Rp.67.337. Jika dibandingkan dengan metode tradisional, terlihat bahwa activity based costing memberikan hasil yang lebih besar dengan selisih Rp.17.337. Perbedaan yang terjadi antara tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC, disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan hanya pada satu cost driver saja. Akibatnya cenderung terjadi distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.

Dari perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ABC diketahui besarnya tarif untuk Kelas III Rp.67.337.

Hasil perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan activity based costing system, jika dibandingkan dengan tarif rawat inap yang digunakan oleh rumah sakit saat ini terlihat dengan activity based costing memberikan hasil yang lebih besar dengan selisih Rp.17.337. Perbedaan tarif yang terjadi disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Activity based costing system telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas ke setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.

 

Kata Kunci : Activity Based Costing


Refbacks

  • There are currently no refbacks.