UJI EFISIENSI PASAR MODA ASIA APASIFIK

Jones Xaverius Pontoh

Abstract


Konsep efisiensi pasar telah menjadi fokus penelitian oleh banyak peneliti dan terus berkembang. Suatu pasar modal, dalam perkembangannya sangat terkait erat dengankonsep ini. Pasar modal yang sedang berkembang terus berpacu untuk memberikan dan mengembangkan fasilitas serta teknologi, khususnya teknologi informasi. Informasi adalah hal yang sangat vital dalam dunia pasar modal. Famma membagi tingkat efisiensi pasar menjadi 3 kategori yaitu weak-form, semistrong-form, strong-form, berdasarkan asumsi jumlah dan jenis informasi yang masuk ke pasar dan cepat atau lambatnya informasi tersebut berpengaruh terhadap pasar.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah pasar Indonesia dan beberapa negara tetangga di Asia PASIFIK) mengikuti bentuk efisiensi pasar lemah. Penelitian ini menggunakan data indeks harian (composite index) dan diolah untuk menguji adanya hipotesa langkah acak (random walk) dengan menggunakan uji korelasi serial, Runs, dan uji unit root yang terdiri dari; Augmented Dickey Fuller, Phillips-Peron, dan Kwiatkowski-Phillip-Schmidt-dan Shin.
Dari uji korelasi serial dan Runs yang dilakukan menunjukkan bahwa Pasar saham ASIA PASIFIK tidak efisien.
Dalam pengujian Augmented Dickey Fuller, Phillips-Peron dan KPSS didapati adanya pelanggaran terhadap hipotesa random walk. Untuk Uji ADF dan PP semua pasar menolak hipotesa terdapat unit root dengan demikian pasar tidak efisien. Untuk uji KPSS tidak ditemui nilai LM statistik yang melebihi asimtot critical value. Semua pasar menerima hipotesa tidak adanya unit root


Refbacks

  • There are currently no refbacks.