PENGARUH KREDIT BERMASALAH TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS PADA BANK TABUNGAN NEGARA (BTN) Tbk.
Abstract
Industri perbankan yang merupakan sektor penting dalam pembangunan dan dipandang sebagai inti dari sistem perekonomian di setiap negara dimana arus ekonomi dan keuangan mengalir di dalamnya. Hal ini dikarenakan perbankan yang berfungsi sebagai financial intermediary di antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana. Dalam penyaluran kredit, bank harus siap menghadapi risiko kredit yang menyebabkan kredit tersebut menjadi bermasalah. Risiko kredit merupakan suatu risiko akibat kegagalan atau ketidakmampuan nasabah mengembalikan jumlah pinjaman yang diperoleh dari bank beserta bunganya sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan. Kredit bermasalah merupakan situasi dimana persetujuan pengembalian kredit mengalami resiko kegagalan. Kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). NPL menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam mengelola kredit bermasalah yang diberikan oleh bank, sehingga semakin tinggi NPL maka akan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar. Peningkatan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) yang dialami perbankan nasional mengakibatkan bank kehilangan kemampuannya dalam menghasilkan laba yang optimum dari kegiatan pokoknya tersebut. Dengan meningkatnya kredit bermasalah, maka dampak positif yang ditimbulkan oleh penyaluran kredit tidak dapat terjadi. Hal ini dikarenakan pendapatan operasional dari pemberian kredit sangat kecil karena bunga yang seharusnya diterima oleh bank dari penyaluran kredit tidak diterima secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan terperinci tentang pengaruh kredit bermasalah terhadap tingkat likuiditas pada dunia perbankan
 Kata Kunci : Kredit bermasalah, Likuiditas
Refbacks
- There are currently no refbacks.